novel


AKU HANYALAH BUTIRAN PASIR


Kisah-Ku bermula saat aku menatap senja di tepian laut, sembari ku teguk secangkir kopi hangatnya membuat aku hampir meniti hasrat tuk menyatu dengan indahnya alam semesta. Senja begitu mempesona bagaikan mimpi aku dapat bersua dengannya. Setiap hari aku selalu terkagum-kagum ketika melihat senyumnya bahkan terbawa hingga mimpi. Secarik kertas putih polos dan sebuah pena yang kugengam, menemaniku hinngga malam tiba, dari situlah ku luapkan perasaan dan mimpiku yang belum terwujud.  Aku sadar aku hanyalah butiran pasir yang selalu di pukul ombak, angin yang menghempasku hingga ke tepi pantai dan arus lautan yang membawa ku hilang tanpa arah. Namun apakah mimpi ku ini tak bisa terwujud? dari jauh ku lihat seorang lelaki tua sedang bercengkrama dengan seseorang namun tak kulihat seorang  pun disana. kemudian perlahan tapi pasti ku coba tuk hampiri lelaki itu lalu ku sapah dia dengan senyum terbaik ku.

Maaf kakek apa yang sedang kau lakukan di tempat ini?

“aku sedang bercakap-cakap dengan  senja dan gemuruh ombak itu nak”  jawabnya tegas!!!

aku terkejut, tiba-tiba sekelilingku terasa gelap gulita yang dapat ku lihat hanyalah kakek itu.

Apa yang sedang terjadi?
tanya ku dalam hati apakah ini mimpi? (berpikir)

Belum sempat ku menemukan jawaban,
kakek itu langsung menghampiriku ku katanya janganlah kau heran anak muda tentang kata-kataku tadi.
Kau masih muda namun kau sudah menutup diri terhadap indahnya senja dan lautan yang berada didepanmu, kau hanya mampu untuk mengaguminya dan tak mampu untuk meraihnya, aku semakin bingung dibuatnya bagaimana bisa dia tahu apa yang ku pikirkan?
Senja hampir berlalu bersama dengan lelaki tua itu dan malam pun akan segera tiba,
namun aku masih saja termenung memikirkan kata-katanya !

Hari demi hari terus berlalu, detikpun berlalu begitu cepat dan jam dinding didalam rumahku pun terus berputar 

aku berharap untuk bertemu dan bercakap-cakap kembali dengan lelaki tua itu. Akan tetapi ia tak pernah lagi menampakan dirinya.

Hembusan angin segar membawaku hingga hampir terlelap, dalam angan rindu sepertinya dia tahu banyak tentang arti kehidupan ini!!!.  Hari-hari ku, ku habiskan di tepi pantai tanpa tujuan yang jelas hanya sekedar untuk ber-andai-andai kapan aku dapat mencapai mimpi itu.
















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi

Puisi

Puisi