Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Puisi

Penyesalan Oleh benediktus batmomolin Ku berlari mengejar sang waktu namun ku tak dapat menghentikannya semua itu terasa begitu cepat bagai secuil kisah dalam mimpi Rasa bersalah terus menghantui sepanjang lorong-lorong hatiku tak ku sangka kau cepat berbalik kepada dia Jiwa ku mulai berkecamuk dan tak mampu lagi di atur rasanya begitu perih melihatmu bersamanya #kuwu Agustus 2016

Puisi

Kota sunyi Oleh beni batmomolin Teriakan serdadu motor itu tak lagi ku dengar tapak-tapak kusam itu tak lagi bertengger  hanya segerombolan  kabut  merembes mengintari  lorong-lorong kota itu #kamar sepi  Nita februari 2018