Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

novel

“Akhir Cerita Kita” Dalam angan ku tulis kisah kita, walau terasa hampa namun tetap ku coba. Dari senyummu kudaraskan sepenggal kata yang membawaku hanyut dalam cintamu, setiap saat ku genggam foto mu yang kuselip diantara setiap lembar kamus yang mewarnai hidup ku.   Aku teringat disaat kita berjalan bersama dan merangkai setiap kata menjadi sebuah cerita menarik. Aku berharap kau akan kembali karena kau adalah bidadari tak bersayap yang dikirim Tuhan pada ku. Namun kini cerita kita telah usai. K au yang dulu ku perjuangkan mati-matian, kau yang dulu ku harap dapat menjadi ibu yang baik buat buah hati kita nanti maka kau ku utamakan. Senja pergi tanpa berbisik dan malam datang tanpa sepenggal kata, aku tahu setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Dari balik jendela kamar, ku tulis kembali senyummu yang dulu kau pakai tuk mengikat hatiku, kemudian aku tersenyum sendiri seolah-olah kau ada di sampingku, memang cerita kita telah usai dimakan waktu, dan kau telah pergi ber...

novel

AKU HANYALAH BUTIRAN PASIR Kisah-Ku bermula saat aku menatap senja di tepian laut,   sembari ku teguk secangkir kopi hangatnya membuat aku hampir meniti hasrat tuk menyatu dengan indahnya alam semesta. Senja begitu mempesona bagaikan mimpi aku dapat bersua dengannya. Setiap hari aku selalu terkagum-kagum ketika melihat senyumnya bahkan terbawa hingga mimpi. Secarik kertas putih polos dan sebuah pena yang kugengam, menemaniku hinngga malam tiba, dari situlah ku luapkan perasaan dan mimpiku yang belum terwujud.   Aku sadar aku hanyalah butiran pasir yang selalu di pukul ombak, angin yang menghempasku hingga ke tepi pantai dan arus lautan yang membawa ku hilang tanpa arah. Namun apakah mimpi ku ini tak bisa terwujud? dari jauh ku lihat seorang lelaki tua sedang bercengkrama dengan seseorang namun tak kulihat seorang   pun disana. kemudian perlahan tapi pasti ku coba tuk hampiri lelaki itu lalu ku sapah dia dengan senyum terbaik ku. Maaf kakek apa yang sedang ka...