Puisi
Surat untuk Bunda
Oleh Benediktus Batmomolin
Dalam kata kita se-jalan, se-iramah dan se-nada
kau taburi benih rahmat
dalam jiwa-ku
kau sirami benih itu dengan
kasih dan sayang-mu
Detik-detik waktu terus berlalu
namun cintamu tak lalu
benih yang kau tabur telah
berbuah kasih
Oh bunda ocehan itu tak lagi ku dengar,
hanya nada-nada syukur pada sang penabur yang telah mengirimmu pada ku
#Nita 2 juni 2018
Komentar
Posting Komentar